28 Guru Al-Qur’an Ikuti Sertifikasi Guru Al-Qur’an PBHA Batch 2, MQ Peduli Umat dan Disdik Depok Perkuat Komitmen Berantas Buta Huruf Al-Qur’an

Depok, 22 Agustus 2026 — Sebanyak 28 guru Al-Qur’an yang telah dinyatakan lolos uji kompetensi mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an (PBHA) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Yayasan MQ Peduli Umat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok, Bidang Pembinaan Sekolah Dasar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad, 22–23 Agustus 2026, bertempat di Markaz Dirasah Qur’an Sab’a Sanabil (MDQ SS), diikuti dengan antusias oleh 28 peserta yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi dan uji kompetensi.

Para peserta berasal dari berbagai latar belakang lembaga dan profesi pengajar Al-Qur’an. Di antaranya terdapat 18 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari SDN se-Kecamatan Cilodong, serta guru TPA, guru dari lembaga Ma’had, dan imam masjid. Keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun gerakan bersama untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kegiatan sertifikasi secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan MQ Peduli Umat, KH. Ghufron Hasan, M.I.Kom. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kesiapan dan kompetensi para guru Al-Qur’an sebagai ujung tombak keberhasilan Program PBHA Batch 2.

Turut hadir mewakili Dinas Pendidikan Kota Depok, Bapak Khomsin Achmad, S.Pd., M.Pd., selaku Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pendidikan Bidang Pembinaan SD. Ia didampingi oleh Bpk. M. Purwadi Jaya, S.E., selaku staf Dinas Pendidikan Kota Depok.

Dalam sambutannya, Khomsin menyampaikan harapan agar program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Kota Depok yang terbebas dari buta huruf Al-Qur’an.

“Acara ini diharapkan bisa membawa Kota Depok yang terbebas dari buta huruf Al-Qur’an sebagaimana harapan dari Pak Wali Kota. Karena program ini menjadi prioritas Pak Wali Kota. Oleh karena itu, semua yang sudah terpilih dan lolos tes guru Qur’an agar mengikuti program ini dengan baik agar tujuannya tercapai,” ujar Khomsin dalam sambutannya.

Saat ini, Wali Kota Depok dijabat oleh Dr. H. Supian Suri, M.M. untuk periode 2025–2030.

Penguatan Kompetensi Guru Menjadi Kunci Keberhasilan Program

Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini menjadi bagian penting dari keseriusan Yayasan MQ Peduli Umat bersama Dinas Pendidikan Kota Depok dalam menjalankan Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada terselenggaranya pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga memastikan para guru yang terlibat memiliki kemampuan dan kesiapan yang memadai untuk mendampingi para siswa.

Dengan pembekalan yang diberikan dalam pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan Metode MURID (Mudah Bertajwid) secara tepat dan efektif. Metode tersebut menjadi pendekatan yang digunakan dalam Program PBHA untuk membantu peserta didik belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih mudah sekaligus memperhatikan kaidah tajwid.

Targetnya, setelah mengikuti proses pembelajaran selama tiga bulan, para siswa peserta program diharapkan mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara signifikan dan mampu membaca Al-Qur’an menggunakan metode yang telah diajarkan.

Antusiasme Peserta pada Hari Pertama

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme para guru terlihat sejak sesi awal hingga seluruh rangkaian pembelajaran berlangsung. Para peserta mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari orientasi program, teknis pelaksanaan pembelajaran, hingga pengenalan dan pendalaman Metode MURID – Mudah Bertajwid.

Materi tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep, tetapi juga pada kesiapan praktis para guru dalam mengimplementasikan metode tersebut ketika mendampingi siswa di lembaga masing-masing.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif, berdiskusi, berlatih, serta memperdalam teknik pembelajaran Al-Qur’an yang nantinya akan diterapkan selama program berlangsung.

Pelaksanaan sertifikasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan guru-guru Al-Qur’an yang kompeten, siap mengajar, dan mampu menjadi penggerak pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Kota Depok.

Kolaborasi antara Yayasan MQ Peduli Umat dan Dinas Pendidikan Kota Depok juga diharapkan tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi berlanjut dalam proses pendampingan, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi program sehingga cita-cita menghadirkan generasi Kota Depok yang mampu membaca Al-Qur’an dapat diwujudkan secara nyata.

Dari guru yang kompeten, lahir pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas. Dari pembelajaran yang konsisten, lahir generasi yang mampu membaca dan mencintai Al-Qur’an.